Member-only story
Mitos ‘Trustless’: Berhenti Membohongi Diri Sendiri di Dunia Crypto.
Oktavian Aji3 min read·Just now--
Gue sering banget denger orang di Twitter atau di grup Telegram koar-koar soal “trustless”. Katanya, Web3 itu masa depan karena kita nggak perlu lagi percaya sama siapa pun. Nggak perlu bank, nggak perlu institusi, nggak perlu manusia. Pokoknya kode adalah hukum.
Tapi kalau dipikir-pikir lagi, bener nggak sih?
Gue baru sadar pas kemarin lagi mau swap token di salah satu DEX. Gue klik ‘Approve’, gue klik ‘Swap’, terus gue nunggu transaksinya masuk. Di situ gue sempet mikir: gue beneran nggak percaya sama siapa-siapa, atau gue cuma mindahin rasa percaya gue ke tempat lain?
Jas Formal vs Kode Anonim
Sebenarnya kita tuh cuma ganti objek kepercayaan doang. Dulu, kita percaya sama orang pakai jas formal di gedung bank yang tinggi. Sekarang, kita percaya sama developer anonim yang pakai foto profil NFT monyet.
Katanya sih kita percaya sama matematika. Tapi jujur, berapa banyak dari kita yang beneran baca smart contract-nya sebelum klik confirm?
Masalahnya gini, banyak banget proyek DeFi yang dibilang “desentralisasi”, tapi ternyata masih ada backdoor-nya. Ada yang namanya admin keys atau upgradeability proxy. Jadi, meskipun kodenya di blockchain, yang pegang kontrol tetep aja segelintir…